MNCCTV NEWS
BANGKA — Aspirasi masyarakat tidak selalu berhenti di ruang reses atau menjadi catatan dalam lembar usulan. Di Tanah Bawah, Kabupaten Bangka, sebuah aspirasi warga kini mulai terlihat nyata.
Ruas jalan sepanjang sekitar 550 meter yang menjadi akses penting masyarakat akhirnya mulai diaspal dan berubah menjadi hitam pada Kamis (25/8/2026).
Bagi sebagian orang, aspal mungkin hanya terlihat sebagai pembangunan infrastruktur biasa. Namun bagi warga Tanah Bawah, jalan tersebut memiliki arti lebih besar. Jalan ini menjadi akses menuju kawasan permukiman, kebun, sekaligus jalur menuju Sungai Upak yang setiap hari digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas mereka.
Realisasi pengaspalan tersebut tidak terlepas dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, S.IP., M.H.
Aspirasi itu kemudian dikawal agar tidak berhenti sebatas usulan, melainkan dapat diterjemahkan menjadi pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi Imam Wahyudi, fungsi wakil rakyat bukan hanya hadir ketika masyarakat menyampaikan keluhan.Lebih dari itu, aspirasi tersebut harus diperjuangkan melalui jalur kelembagaan agar memiliki peluang untuk diwujudkan.
Jalan sepanjang 550 meter itu menjadi salah satu contoh bagaimana kebutuhan masyarakat di tingkat bawah dapat dikawal hingga masuk dalam proses pembangunan.
Kepala Desa Tanah Bawah, Muhammad Kasim, menyambut baik terealisasinya pengaspalan jalan tersebut.Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih kepada Allah SWT. Terima kasih juga kepada dewan kami, Bapak Imam Wahyudi, yang begitu responsif dan peduli dengan Tanah Bawah, tanah kelahirannya,” ujar Kasim.
Menurut Kasim, perhatian terhadap masyarakat tidak cukup hanya dengan datang dan mendengarkan. Yang lebih penting adalah adanya tindak lanjut terhadap persoalan yang disampaikan warga.Ia menilai Imam Wahyudi merupakan sosok yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan tidak melupakan daerah asalnya.
“Beliau orang yang kami kagumi. Selain cerdas, beliau juga suka membantu sesama. Kami doakan Ustadz Imam Wahyudi selalu sehat dan karier politiknya semakin cemerlang ke depan,” katanya.
Dari Reses ke Realisasi
Apa yang terjadi di Tanah Bawah menjadi gambaran bahwa reses anggota legislatif semestinya tidak berhenti pada seremonial bertemu dan menyerap aspirasi.
Di lapangan, masyarakat membutuhkan bukti bahwa persoalan yang mereka sampaikan benar-benar diperjuangkan.Bagi warga yang sehari-hari melintasi jalan tersebut, pengaspalan bukan sekadar perubahan warna jalan dari tanah menjadi hitam. Jalan yang lebih baik berarti akses menuju kebun menjadi lebih mudah, aktivitas warga lebih nyaman, dan mobilitas masyarakat semakin terbantu.
Terlebih bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perkebunan, kualitas akses jalan menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi mereka.Imam Wahyudi sendiri selama menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Babel terus menempatkan aspirasi masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam kerja politiknya.
Ia tidak hanya berbicara mengenai kebijakan dari balik meja parlemen, tetapi juga berupaya melihat langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Jalan Tanah Bawah menjadi salah satu potret kecil dari kerja tersebut.Sebab pada akhirnya, ukuran keberadaan seorang wakil rakyat bukan semata seberapa sering ia berbicara di ruang sidang, tetapi seberapa jauh suara masyarakat dapat dibawa ke ruang kebijakan dan kembali hadir dalam bentuk manfaat nyata.
Dari aspirasi menjadi aksi.Dari usulan menjadi pembangunan. Dan bagi warga Tanah Bawah, 550 meter jalan yang kini menghitam menjadi bukti bahwa suara mereka tidak berhenti sebagai catatan.
RedmAnasn70.
Kawal Aspirasi Warga Tanah Bawah, Imam Wahyudi Buktikan Jalan 550 Meter Kini Menghitam






