Puti Guntur Soekarno: Fatmawati Trophy Jadi Ruang Generasi Muda Mencintai Kebaya dan Wastra Nusantara

Detak Kompak.News

PANGKALPINANG – Semangat melestarikan warisan budaya Indonesia mewarnai penyelenggaraan Kompetisi Fatmawati Trophy Regional 4 yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Lontong Pancur, Pangkalpinang, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan PDI Perjuangan tersebut dihadiri cucu Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, Puti Guntur Soekarno, jajaran DPP PDI Perjuangan, di antaranya I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Babel yang juga Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Imam Wahyudi, Noni Hidayat, pengurus DPD PDI Perjuangan dari sejumlah daerah, serta para peserta kompetisi dari wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.

Dalam sambutannya, Puti Guntur Soekarno menegaskan bahwa Fatmawati Trophy bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi gerakan nasional untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kebaya dan wastra Nusantara.

Menurutnya, kegiatan tersebut terinspirasi dari sosok Fatmawati Soekarno, yang dikenal sebagai Ibu Bangsa sekaligus ikon perempuan Indonesia yang konsisten mengangkat kebaya, kerudung, dan kain-kain tradisional sebagai bagian dari identitas nasional.

“Acara ini merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan dengan mengangkat tema warisan budaya Indonesia. Fokus utamanya adalah mengangkat wastra Nusantara dan kebaya yang terinspirasi dari sosok Ibu Fatmawati Soekarno,” ujar Puti.

Ia menjelaskan, Regional 4 Fatmawati Trophy meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlanjut di berbagai daerah di Indonesia sebelum memasuki babak final tingkat nasional di Jakarta pada 20 Oktober 2026.

Lebih jauh, Puti menekankan bahwa Fatmawati merupakan milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik PDI Perjuangan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya bangsa.

“Kami berharap generasi muda semakin mencintai kebaya, mencintai kain-kain wastra Nusantara, serta berani menggali kreativitas untuk menghadirkan desain kebaya yang tetap berakar pada budaya Indonesia namun relevan dengan karakter Generasi Z,” katanya.

Puti juga mengapresiasi kekayaan wastra yang dimiliki Bangka Belitung. Dalam penyelenggaraan kompetisi ini, kain cual Bangka Belitung turut diangkat berdampingan dengan songket Sumatera Selatan sebagai representasi kearifan lokal yang patut dibanggakan.

Ia menegaskan, setiap daerah memiliki ruang yang sama untuk memperkenalkan wastra khasnya sebagai identitas budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menutup sambutannya, Puti mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk tetap mencintai budaya bangsa, menjaga kearifan lokal, serta mengamalkan semangat berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

“Kepada anak-anak muda, adik-adik, dan seluruh Generasi Z, tetaplah mencintai budaya bangsa, mencintai kearifan lokal Bangka Belitung maupun daerah masing-masing, serta terus berkepribadian dalam kebudayaan Indonesia,” tutupnya.

Red.anasn70.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *