Pangkal Pinang, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Makna Merdeka itu Bebas Kemiskinan dan Mudah BPJS.

Detak Kompak News,
Makna Merdeka bagi Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung
Didit Serigus Jaya
Tak henti pada seremoni tahunan dan pengibaran bendera
Usai melangkah keluar dari ruang rapat paripurna
Mendengarkan pidato Presiden
Jumat 14 Agustus 2026

Didit mempersoalkan drill yang masih menghimpit warga di daerahnya
Bagi politikus senior ini kemerdekaan di usia Republik Indonesia yang menginjak 81 tahun
Harus diukur dari urusan perut dan kesejahteraan dasar warga
Mereka merdeka bukan cuma babak akhir mengusir penjajah dari bumi pertiwi
Melainkan keberhasilan negara mengangkat warganya dari caruk kemaruk kemiskinan
Bayang-bayang pengangguran hingga sempitnya akses pelayanan publik
Kata Didi, apakah tingkat kemiskinan dan pengangguran kita masih tinggi?
Apakah anak-anak yang putus sekolah masih banyak?

Ujar Didit beruntun melontarkan pertanyaan reflektif kepada jajaran pejabat daerah
Ia menegaskan jawaban atas deretan pertanyaan ini adalah
Porsi tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pemerintah pemimpin daerah
Mulai dari tingkat legislatif, gubernur hingga wali kota dan bupati di seluruh penjuru bangka belitung

Didit mengatakan indikator kemerdekaan sejati lewat kemudahan hidup sehari-hari
Rakyat dianggap benar-benar merdeka ketika tidak lagi dipusingkan oleh prosedur birokrasi

Saat membeberkan kartu BPJS di rumah sakit
Tak ketakutan membayangkan biaya sekolah anak
Serta mudah mendapatkan lapangan kerja yang bermartabat
Di tengah kemerihan pemperingati hari lahir negara
Didit nampak ada gejala kelam
Melorotnya antusiasme dan jiwa nasionalisme
Sebagai masyarakat dalam menyebut
Menyambut pesta kemerdekaan
Namun ia enggan menuding
Masyarakat
Sebagian pihak yang bersalah
Rasa enggan warga
Memeriakan hari kemerdekaan
Kata Didi
Kata dia berakar dari
Akumulasi kekecewaan terhadap kinerja
Pemerintah dan wakil rakyat
Yang diperparah
Oleh impitan
Ekonomi yang kian mencekik
Banyak warga yang sebenarnya ingin merayakan namun kondisi ekonomi membuat mereka tidak mampu ujar diri terus terang
Sikap dingin publik ini dinilai sebagai alarm keras bagi pengambilan kebijakan di Bangka Belitung
Ia mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk membuang sikap apatis dan berbenah total
total demi memulihkan ekonomi warga sekaligus mengambil kepercayaan publik yang sempat tergerus, kata Didit.
Tanggal Jumat, tanggal 14 Agustus 2026 di kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Red anasn70.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *