Jalan Proyek DAK 8,1 Miliar Ambruk Setelah 20 Hari, Kabid Di Ruangannya Saat awak Media konfirmasi Sudah Sesuai Spesifikasi 

DKN.ID : Pesisir Selatan

Pesisir Selatan – Proyek pengaspalan jalan senilai Rp8,1 miliar di Kabupaten Pesisir Selatan ambruk hanya 20 hari setelah serah terima pekerjaan (PHO). Proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 itu dikerjakan oleh PT Dekky Karya Bestari, anak perusahaan dari grup PT UH.

Pekerjaan mencakup dua ruas jalan, yakni Sungai Putih–Koto Ranggo, Kecamatan Bayang (5,6 km) dan Salido Kecil–Batu Kunik, Kecamatan IV Jurai (3 km)

Total panjang proyek 8,6 km, namun hasil investigasi lapangan menunjukkan hanya sekitar 2,5 km yang diaspal. Sisanya berupa pengerasan biasa. Kerusakan terpantau di beberapa titik: polongan ambrol, aspal retak, dan pasangan batu longsor.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Pessel, Fahresi Eka Siska, membenarkan kondisi proyek dan menyebut pekerjaan sudah sesuai spesifikasi. Ia juga menyatakan proyek layak diterima meski kerusakan muncul dalam waktu singkat. “Sesuai spesifikasi,” ujarnya kepada wartawan.

Namun pernyataan ini dinilai janggal oleh masyarakat dan pengamat infrastruktur. Diduga proyek tidak melalui uji kelayakan, serta tidak diawasi konsultan profesional. Argumen cuaca dan banjir yang digunakan sebagai pembenaran dinilai tak masuk akal. “Kalau aspalnya bagus, hujan dua jam takkan bikin jalan ambruk,” ujar salah seorang warga.

Kasus ini memicu kecurigaan publik akan adanya indikasi korupsi dan gratifikasi. Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum dan auditor negara turun tangan. Tanpa langkah tegas, proyek ini berpotensi menjadi bola panas di ruang publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *