Ketua PAC PDIP Merawang Sambangi Keluarga Junaidi di Air Anyir, Potret Kepedulian untuk Warga yang Membutuhkan

Detak Kompak News
Bangka — Kepedulian terhadap masyarakat kecil kembali ditunjukkan jajaran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kecamatan Merawang. Sabtu (3/5/2026),

Ketua PAC PDIP Kecamatan Merawang, Dedy, bersama Ketua Ranting PDIP Desa Air Anyir, Suwarno, mengunjungi kediaman keluarga Junaidi di Desa Air Anyir.

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus cerminan bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, tetapi bentuk nyata perhatian kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan hidup.

Di rumah sederhana itu, rombongan mendapati kenyataan berat yang dijalani keluarga Junaidi. Dari empat anggota keluarga yang tinggal bersama, dua di antaranya mengalami kondisi kesehatan serius. Seorang anak Junaidi mengalami kelumpuhan sejak lahir, sementara seorang cucunya terlahir dengan kelainan pada bagian mata dan membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga ini juga belum memiliki jaminan kesehatan BPJS, sehingga akses terhadap layanan kesehatan menjadi tantangan besar yang terus mereka hadapi setiap hari.

Meski hidup dalam keterbatasan, Junaidi dan istrinya tetap menunjukkan ketegaran. Dengan mata berkaca-kaca, keduanya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan PAC PDIP Kecamatan Merawang.

“Kami sangat berterima kasih karena masih ada yang peduli dan datang melihat keadaan kami. Semoga kebaikan ini dibalas Tuhan,” ujar keluarga Junaidi penuh haru.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Merawang, Dedy, menegaskan bahwa politik sejatinya harus hadir untuk rakyat, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan.

“Harapan saya sebagai Ketua PAC Kecamatan Merawang, kita bekerja untuk rakyat, kembali kepada rakyat, dan jangan mempersulit rakyat. Kehadiran kita harus membawa manfaat, bukan sekadar janji,” tegas Dedy.

Pernyataan tersebut menjadi pesan kuat bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dijalankan dengan hati nurani. Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi warga, pemimpin daerah diharapkan lebih peka terhadap kondisi masyarakat rentan, terutama keluarga yang membutuhkan bantuan kesehatan, pendampingan sosial, dan perhatian berkelanjutan.

Kisah keluarga Junaidi menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang membutuhkan sentuhan nyata dari pemerintah dan para pemangku kebijakan. Bantuan administrasi BPJS, akses pengobatan, hingga perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda.

Kesimpulan:
Kunjungan ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan pesan kemanusiaan bahwa rakyat kecil membutuhkan kehadiran nyata para pemimpin.

Di balik rumah sederhana keluarga Junaidi, tersimpan harapan besar agar pemerintah daerah semakin cepat bergerak, membuka jalan bantuan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari hak dasar kesehatan dan kehidupan yang layak.

Red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *