Detak Kompak News
Bangka — Di tengah dinamika ekonomi yang dirasakan masyarakat, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, memilih turun langsung ke tengah warga dalam agenda reses di Desa Kenangan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (27/4/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal kedewanan, melainkan ruang pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat yang ingin suaranya didengar. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Rudianto Tjen hadir untuk menyerap aspirasi, mendengar keluhan, sekaligus menjelaskan berbagai program yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah kader dan tokoh PDI Perjuangan, di antaranya Imam Wahyudi, Eri Gustian, Aswar, serta Ketua DPRD Kabupaten Bangka Jumadi.
Dalam sambutannya, Rudianto Tjen menegaskan bahwa kehadirannya di Pemali merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan. Menurutnya, suara rakyat adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata, bukan sekadar janji politik.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang semakin berat. Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga situasi global yang berdampak langsung terhadap harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, hingga kemampuan pemerintah dalam mengalokasikan anggaran pembangunan daerah.
Meski demikian, ia mengajak masyarakat tetap optimistis. Pemerintah, kata dia, harus terus mencari jalan keluar melalui efisiensi anggaran, penguatan ekonomi daerah, serta memastikan pembangunan di Bangka tetap berjalan dan tidak tertinggal.
“Reses seperti ini penting agar kami mengetahui langsung kondisi riil di lapangan. Apa yang menjadi keluhan masyarakat akan kami bawa dan perjuangkan di tingkat pusat,” ujar Rudianto.
Tak hanya menyerap aspirasi, Rudianto Tjen juga membawa kabar baik di bidang kesehatan. Melalui Rudi Center bersama PDI Perjuangan, kembali digelar program operasi katarak gratis bagi masyarakat Bangka Belitung. Program tersebut bekerja sama dengan RS Mata Cicendo dan akan dilaksanakan pada 26–29 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah.
Program sosial ini menjadi bukti bahwa politik tidak berhenti di ruang sidang, tetapi harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Bagi warga kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, program ini menjadi harapan baru untuk kembali melihat dan beraktivitas normal.
Rudianto mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendaftarkan diri melalui kantor DPC PDI Perjuangan di wilayah masing-masing.
Makna Reses: Mendengar, Merasakan, dan Memperjuangkan
Reses memiliki makna lebih dari sekadar kunjungan kerja. Dalam kegiatan ini, seorang wakil rakyat turun dari meja parlemen menuju ruang kehidupan masyarakat. Mendengar langsung suara petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, hingga keluarga yang sedang berjuang menghadapi sulitnya ekonomi.
Langkah Rudianto Tjen di Pemali menunjukkan bahwa hubungan antara rakyat dan wakilnya harus tetap hidup. Aspirasi yang lahir dari desa dan kecamatan merupakan dasar penting dalam penyusunan kebijakan nasional yang lebih adil dan tepat sasaran.
Kesimpulan
Kehadiran Rudianto Tjen di Pemali menegaskan bahwa politik sejatinya adalah pelayanan. Reses bukan seremoni, melainkan momentum menyatukan suara rakyat dengan keputusan negara.
Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir, mendengar, dan bergerak. Melalui penyerapan aspirasi serta program nyata seperti operasi katarak gratis, Rudianto Tjen mencoba menunjukkan bahwa kepercayaan rakyat harus dibalas dengan kerja konkret dan keberpihakan yang nyata.
Redaksi: Anasn70
Rudianto Tjen Turun ke Pemali, Menjemput Aspirasi Warga dan Membawa Harapan Baru untuk Bangka





