Silaturahmi Penuh Makna di Belinyu, Imam Wahyudi Serap Semangat Juang Kader Senior PDIP Abdul Mitro

Detak Kompak News

Belinyu — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Komisi III Fraksi PDI Perjuangan, Imam Wahyudi, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman tokoh senior PDIP, Abdul Mitro, di Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Minggu (12/04/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan usai Imam menghadiri resepsi pernikahan putri Sekretaris Desa Riding Panjang.

Momentum itu dimanfaatkan untuk bertemu langsung dengan Abdul Mitro, sosok kader lama yang telah bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia sejak tahun 1979.

Pertemuan dua generasi kader ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Abdul Mitro, yang kini berusia 84 tahun, tampak antusias menyambut kedatangan Imam Wahyudi. Dalam suasana santai namun sarat makna, keduanya berbincang panjang mengenai perjalanan dan dinamika perjuangan partai dari masa ke masa.

Abdul Mitro pun mengenang pahit getir perjuangannya dalam membesarkan partai di wilayah Belinyu pada masa-masa awal. Ia bercerita bagaimana saat itu PDI belum dikenal luas oleh masyarakat.

Tidak jarang ia harus menghadapi penolakan, bahkan sikap skeptis dari warga yang belum memahami visi dan perjuangan partai.

“Dulu tidak mudah. Banyak masyarakat yang belum mengenal PDI, sehingga kami sering mendapat penolakan. Tapi itu tidak membuat saya mundur. Justru menjadi tantangan untuk terus mengenalkan partai dengan cara yang baik,” kenang Abdul dengan nada tenang.

Ia juga mengisahkan keterbatasan fasilitas yang dihadapi kala itu. Kantor partai, menurutnya, kerap berpindah-pindah karena belum adanya tempat yang tetap.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bergerak dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap partai.

“Dulu kantor sering pindah-pindah. Tapi bagi saya itu bukan hambatan. Selama niat kita untuk membesarkan partai tulus, semua bisa dijalani,” ujarnya.

Meski telah puluhan tahun menjadi kader, Abdul mengaku tidak pernah memiliki ambisi untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Baginya, pengabdian tidak harus selalu diwujudkan dalam jabatan.

“Saya tidak pernah terpikir menjadi anggota dewan. Saya hanya ingin membesarkan partai,” ucapnya sederhana.

Sementara itu, Imam Wahyudi mengaku sangat terinspirasi oleh kisah perjuangan Abdul Metro.

Ia menilai sosok Abdul merupakan contoh nyata kader yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap partai tanpa pamrih.

“Perjuangan beliau luar biasa. Di tengah keterbatasan dan tantangan, tetap konsisten membesarkan partai. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami sebagai generasi penerus,” kata Imam.

Di akhir pertemuan, Abdul Mitro menyampaikan pesan penuh makna kepada Imam Wahyudi. Dengan nada tegas namun penuh harap, ia mendorong Imam untuk terus berjuang dan mengemban amanah sebagai wakil rakyat dengan sebaik-baiknya.

“Imam harus tetap semangat membesarkan partai, apalagi sekarang sudah menjadi anggota dewan,” ujarnya.

Ia juga menitipkan harapan agar perjuangan yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya dapat dilanjutkan dengan baik, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Pesan saya, Imam harus berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Saya yakin Imam bisa, karena punya kemampuan. Teruskan perjuangan kami yang dulu,” ucap Abdul sembari menepuk pundak Imam dengan penuh keyakinan.

Pertemuan tersebut menjadi cerminan kuatnya ikatan emosional antar generasi kader partai, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga semangat perjuangan demi kepentingan masyarakat luas.

(Anas N70)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *