Balap Liar Ditekan, Bakat Muda Didorong: Cara Tak Biasa Kapolres Bangka Rayakan HUT Bhayangkara ke-80

Detak Kompak News

Bangka — Ada cara berbeda yang dilakukan AKBP Deddy Dwitiya Putra dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

Kapolres Bangka ini memilih turun langsung menyentuh akar persoalan generasi muda: balap liar. Jawabannya, sebuah event resmi bertajuk Kapolres Bangka Cup Race 2026.

Digelar di Sirkuit NP kawasan Komplek Perkantoran Kabupaten Bangka, Minggu (12/4/2026), ajang balap ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang alternatif bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan adrenalin secara legal, aman, dan terarah.

Kejuaraan balap motor Kapolres Bangka Cup Race 2026 sukses digelar dengan mempertandingkan berbagai kelas, mulai dari open, lokal Bangka Belitung, hingga supporting.

Event ini diinisiasi langsung oleh Deddy Dwitiya Putra dan diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bangka Belitung. Turut hadir Ferry Insani, unsur Forkopimda, TNI-Polri, hingga tokoh pemuda. Sekitar 1.000 masyarakat memadati arena, menunjukkan tingginya antusiasme publik.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 10–12 April 2026, dengan puncak acara pada Minggu di Sirkuit NP Komplek Perkantoran Kabupaten Bangka

Di balik gemuruh mesin dan sorak penonton, ada pesan kuat yang ingin disampaikan: menekan angka balap liar yang kerap meresahkan masyarakat. Polisi mencoba mengubah pendekatan—dari penindakan menjadi pembinaan.

Para pembalap dari berbagai daerah tampil maksimal. Di kelas open, Jafar tampil dominan dan keluar sebagai Juara Umum Open bersama tim Botak Joel Jokies Racing Team (BJ2RT). Sementara di kategori lokal Bangka Belitung, gelar juara diraih Putra Pinuari Wijaya dari tim yang sama.

Pesan humanis di balik deru mesin
Kapolres Bangka menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar hiburan atau kompetisi, tetapi juga solusi.
“Melalui kegiatan resmi seperti ini, para pecinta balap dapat menyalurkan hobinya secara positif dan terarah. Ini juga membuka peluang lahirnya pembalap berprestasi hingga ke tingkat nasional,” ujar Deddy Dwitiya Putra.

Lebih jauh, pendekatan ini menunjukkan wajah humanis Polri—merangkul, bukan sekadar menindak. Balap liar yang selama ini menjadi masalah sosial dicoba dialihkan menjadi potensi prestasi.

Dampak yang diharapkan
Kapolres Bangka Cup Race 2026 diharapkan tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi titik balik pembinaan dunia otomotif di daerah. Di satu sisi, bakat muda tersalurkan. Di sisi lain, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.

Di tengah sorotan terhadap institusi kepolisian, langkah ini menjadi pesan kuat: pendekatan kreatif dan humanis bisa menjadi kunci menjaga ketertiban tanpa mematikan potensi generasi muda.

Red.Anasn70

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *