Detak Kompak News
BANGKA — Rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Bangka mulai menunjukkan keseriusan. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis turun langsung meninjau lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan strategis tersebut, Selasa (21/04/2026) sore.
Hadir dalam acara tersebut
Pangdam II Sriwijaya Myjen Ujang Darwis M.D A, Danrem 045 Garudah Jaya,
Pejabat Utama Kodam II Sriwijaya, Jabat Utama Koren 045 Garudah Jaya,
Bupati Bangka Fery Insani dan jajarannya,
Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, S.H., M.I.K.,
Kajari Bangka Kabupaten Bangka Herya Sakti Saad, SH. , MH..
Peninjauan dilakukan di kawasan Jalan Lintas Timur, tepatnya di wilayah Rambak, Kecamatan Sungailiat. Lokasi ini dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi luas lahan maupun posisi geografis yang berdekatan dengan kawasan pesisir.
Bupati Bangka, Fery Insani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Kodam II/Sriwijaya terhadap daerahnya. Ia menilai kehadiran satuan Batalyon TP nantinya tidak hanya berdampak pada aspek pertahanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Kalau personelnya lebih dari seribu orang, maka perputaran ekonomi akan terasa. Warung, usaha kecil, hingga sektor jasa akan ikut berkembang,” ujar Fery.
Ia juga menekankan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai wilayah terpadu, mulai dari pariwisata, kawasan ekonomi, hingga pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Dalam kesempatan yang sama, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional melalui Kementerian Pertahanan untuk memperkuat satuan teritorial berbasis pembangunan.
Menurutnya, kehadiran Batalyon TP tidak hanya fokus pada fungsi militer, tetapi juga membawa misi sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Di dalam satuan ini ada kompi pertanian, peternakan, kesehatan, hingga konstruksi. Ini bisa disinergikan langsung dengan program pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, satu unit Batalyon TP akan diisi sekitar 1.000 hingga 1.190 personel. Dengan asumsi rata-rata penghasilan anggota,
perputaran uang di daerah diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.
“Ini bukan hanya soal pertahanan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Namun demikian, pembangunan tersebut masih menghadapi tantangan administratif. Sebagian lahan yang direncanakan masuk dalam kawasan hutan lindung dan hutan produksi.
Proses pengajuan perubahan status lahan pun saat ini tengah berjalan di Kementerian Kehutanan.
Pemerintah daerah bersama TNI memastikan seluruh proses akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku, termasuk sosialisasi kepada masyarakat yang masih beraktivitas di kawasan tersebut.Di sisi lain, pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung dilakukan oleh Satlantas Polres Bangka yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Kardo Netso Siagian.
Peninjauan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bangka masuk dalam peta prioritas pembangunan satuan teritorial tahap berikutnya.
Jika seluruh proses berjalan lancar, bukan tidak mungkin kawasan ini akan segera bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang menggabungkan kekuatan pertahanan dan pembangunan daerah secara bersamaan.
Red. Anasn70
Bangka Disiapkan Jadi Basis Baru Batalyon TP, Pangdam II Sriwijaya Turun Langsung: Apa Dampaknya bagi Warga?







