Detak Kompak News
Bangka — Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Erigustian, S.H selaku Ketua Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, menggelar kegiatan reses di kawasan Rambak, Kecamatan Sungailiat, Minggu (19/04/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di kediamannya ini menjadi ruang temu yang hangat antara wakil rakyat dan warga, sekaligus wadah menyampaikan berbagai kebutuhan mendasar masyarakat.
Warga dari berbagai sudut Rambak hadir dengan harapan yang sama: agar suara mereka didengar dan diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan daerah.
Dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan, dialog berlangsung terbuka, menghadirkan tanya jawab yang menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Sejumlah persoalan mendasar pun mengemuka.Infrastruktur jalan menjadi perhatian utama. Warga secara khusus menyoroti kondisi Jalan Bintang yang dinilai memprihatinkan—berlubang, sulit dilalui saat hujan, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Seorang warga dalam forum tersebut menyampaikan keluhannya dengan lugas namun penuh harap.
“Kami mohon perhatian untuk Jalan Bintang, Pak. Kalau hujan, kondisinya makin parah. Anak-anak sekolah dan warga yang bekerja sangat terganggu,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Erigustian menyampaikan bahwa persoalan jalan merupakan prioritas yang akan segera ia dorong dalam pembahasan di DPRD.
“Kami memahami bahwa akses jalan adalah kebutuhan utama masyarakat. Apa yang disampaikan ini akan kami bawa ke forum resmi dan diperjuangkan agar bisa masuk dalam prioritas pembangunan,” tegasnya.
Selain jalan, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan lampu jalan di sejumlah titik.
Kondisi ini dinilai tidak hanya menghambat aktivitas warga pada malam hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek keamanan.
Dialog pun berkembang ketika warga lain menambahkan:“Kalau malam hari gelap sekali, Pak. Kami khawatir, apalagi untuk anak-anak dan ibu-ibu. Lampu jalan sangat kami butuhkan.”
Menanggapi hal tersebut, Erigustian menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan dinas terkait guna mengupayakan pemasangan lampu jalan di wilayah-wilayah yang masih minim penerangan.
Tak hanya itu, aspirasi mengenai pembuatan “sering” (drainase atau penahan tanah) juga mencuat. Warga mengkhawatirkan potensi genangan air hingga longsor kecil di beberapa titik, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Infrastruktur dasar seperti drainase harus kita perhatikan bersama,” ujar Erigustian, menanggapi aspirasi tersebut.
Sepanjang kegiatan reses, Erigustian berulang kali menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan dicatat dan dijadikan bahan perjuangan dalam rapat-rapat DPRD. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar pembangunan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi komitmen kami untuk hadir dan mendengar langsung. Aspirasi masyarakat adalah dasar dari setiap kebijakan yang kami dorong,” ungkapnya.
Kesimpulan
Reses di Rambak mencerminkan wajah demokrasi yang hidup di tingkat akar rumput—di mana warga berani menyuarakan kebutuhan, dan wakil rakyat hadir untuk mendengar serta merespons secara konkret.
Permasalahan Jalan Bintang, kebutuhan lampu jalan, serta pembangunan drainase menjadi catatan penting yang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi prioritas di tengah masyarakat.
Komitmen Erigustian untuk mengawal aspirasi ini menjadi harapan baru bagi warga Rambak. Lebih dari sekadar serap aspirasi, reses ini mempertegas bahwa kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan.
Redaksi: Anasn70
Dari Rambak untuk Bangka: Reses Erigustian Serap Aspirasi Jalan, Penerangan, hingga Infrastruktur Dasar Warga






