Operasi Ketupat Menumbing 2026 Sukses, Deddy Dwitiya Putra: Kamtibmas Aman, Pelayanan Masyarakat Maksimal

Detak Kompak News

BANGKA – Polres Bangka mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026 dengan menghadirkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif sepanjang arus mudik hingga libur Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Bangka, Deddy Dwitiya Putra, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh personel di lapangan serta dukungan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

“Alhamdulillah, selama Operasi Ketupat Menumbing tahun 2026 ini, tidak terdapat korban tenggelam di objek wisata pantai maupun kasus pencurian rumah kosong yang ditinggalkan saat mudik,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari patroli intensif, pengamanan terpadu di titik-titik rawan, serta pendekatan humanis yang dilakukan jajaran kepolisian kepada masyarakat.

Di tengah fokus pengamanan, aparat juga menunjukkan respons cepat dalam penegakan hukum. Bersama petugas Lapas Bukit Semut Sungailiat, Polres Bangka berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 20,47 gram yang disembunyikan dalam paket makanan.

Pengungkapan tersebut menjadi bukti kesigapan aparat dalam menjaga wilayah hukum tetap bersih dari peredaran narkoba, bahkan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat hari besar.

Tak hanya itu, pendekatan pelayanan juga menjadi wajah utama Polres Bangka selama operasi berlangsung.

Berbagai bantuan diberikan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan bagi pemudik dan pengunjung wisata, hingga bantuan bagi pengendara yang mengalami kendala di perjalanan, seperti kehabisan bahan bakar.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa dilayani dan dilindungi dalam setiap momentum penting,” tambah Kapolres.

Keberhasilan Operasi Ketupat Menumbing 2026 ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Bangka dalam menghadirkan kehadiran negara yang humanis—tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Momentum ini menjadi refleksi bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan penuh rasa kebersamaan.

Red.Anas.N70.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *