MNCCTv News
BANGKA – Kesigapan aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran kembali membuktikan pentingnya respons cepat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hanya dalam waktu sekitar 10 menit setelah laporan diterima melalui layanan darurat 110, personel Polsek Merawang sudah berada di lokasi kebakaran yang terjadi di Jalan Lintas Timur, Dusun Batu Ampar, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (5/6/2026) malam.
Peristiwa yang berpotensi memicu bencana lebih besar itu pertama kali dilaporkan masyarakat sekitar pukul 23.10 WIB. Api terlihat membakar lahan yang dipenuhi ilalang kering dan ranting-ranting pohon, kondisi yang sangat rentan memicu penyebaran api secara cepat, terutama di tengah cuaca panas dan hembusan angin yang cukup kencang.
Mendapat laporan tersebut, petugas piket Polsek Merawang tidak menunggu lama. Mereka langsung bergerak menuju lokasi sambil berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka untuk mempercepat proses penanganan.
Sekitar pukul 23.20 WIB, personel kepolisian telah tiba di lokasi. Kobaran api saat itu masih terus merambat di area lahan kosong. Tanpa menunggu armada pemadam datang, anggota kepolisian segera melakukan upaya pemadaman awal dan pencegahan agar api tidak menjalar ke area yang lebih luas maupun mendekati permukiman warga.
Kehadiran petugas di menit-menit awal menjadi faktor penting dalam pengendalian kebakaran. Upaya tersebut berhasil memperlambat laju penyebaran api hingga akhirnya satu unit armada Damkar Kabupaten Bangka tiba sekitar pukul 23.35 WIB.
Sinergi antara personel Polsek Merawang dan petugas pemadam kebakaran kemudian berlangsung di lapangan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, mereka berjibaku memadamkan api. Bahkan sejumlah personel menggunakan peralatan sederhana berupa ranting pohon untuk membantu memutus jalur rambatan api di area yang sulit dijangkau.
Berkat kerja sama yang solid dan penanganan cepat, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.50 WIB. Kebakaran berhasil dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Kapolsek Merawang IPTU M. Ryan Nofiandy mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan tersebut, termasuk masyarakat yang cepat melapor sehingga kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
“Alhamdulillah berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.50 WIB sehingga kebakaran tidak meluas ke area yang lebih besar maupun mengancam permukiman warga,” ujar IPTU M. Ryan Nofiandy.
Dari hasil analisis di lapangan, lahan yang terbakar didominasi ilalang dan ranting-ranting kering yang sangat mudah terbakar. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa memasuki musim kemarau, potensi karhutla harus diwaspadai bersama karena api kecil sekalipun dapat berkembang menjadi ancaman serius dalam waktu singkat.
Polres Bangka mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diimbau untuk segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Respons cepat, koordinasi yang baik, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah bencana yang lebih besar. Peristiwa di Merawang menjadi bukti bahwa satu laporan yang segera ditindaklanjuti dapat menyelamatkan lingkungan, aset masyarakat, dan keselamatan banyak orang.
Redaksi.
Respons Kilat Petugas 110 Polres Bangka, Karhutla di Merawang Berhasil Dipadamkan Sebelum Meluas






