Detak Kompak News
Sungailiat — Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, RSUD Depati Bahrin terus menegaskan arah kebijakan yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan dan kenyamanan pasien secara berkelanjutan saat di wawancara media kami. Jumat, 20/02/2026, pagi.
Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani.Sp.B., MARS, menyampaikan bahwa rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, dinamika pelayanan kesehatan yang semakin kompleks menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara terukur.
“Rumah sakit ini hadir untuk melayani. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat kami maknai sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan,” ujarnya.
Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Bangka Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani, Sp.B., MARS., menegaskan komitmen rumah sakit dalam menjalankan Program Transformasi Kesehatan melalui penguatan layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak).
Menurutnya, transformasi ini dilakukan karena terjadi pergeseran pola penyakit di masyarakat, dari dominasi penyakit infeksi menjadi penyakit katastropik seperti jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes, dan hipertensi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan layanan rujukan yang lebih komprehensif.
Untuk mendukung program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan alat kesehatan strategis seperti Cath Lab untuk penanganan sumbatan pembuluh darah pada kasus jantung dan stroke, serta CT-Scan untuk memperkuat layanan diagnostik. Penguatan juga dilakukan pada sarana, prasarana, dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui program pelatihan dan beasiswa sejak 2024.
“Alhamdulillah, kesiapan kami sudah hampir 80 persen. Beberapa tenaga keperawatan masih menjalani pelatihan lanjutan untuk tindakan kateterisasi jantung,” jelas dr. Yogi.
Selain fokus pada KJSU-KIA, RSUD Depati Bahrin tetap meningkatkan layanan bedah, gawat darurat, laboratorium, radiologi, dan farmasi, guna memastikan pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan bermutu bagi masyarakat.
RSUD Depati Bahrin menghadapi volume kunjungan pasien yang cukup tinggi setiap harinya. Kondisi tersebut tentu menuntut kesiapan sumber daya manusia, sarana, serta sistem pelayanan yang responsif.
Manajemen, lanjutnya, terus melakukan peninjauan berkala terhadap fasilitas medis maupun kondisi fisik gedung agar tetap memenuhi standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Perbaikan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan prioritas kebutuhan dan kemampuan anggaran, tanpa mengabaikan aspek kualitas layanan. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu bukanlah proses instan, melainkan upaya berkesinambungan yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Dalam semangat transparansi dan akuntabilitas,
RSUD Depati Bahrin juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat. Saluran pengaduan dan saran tersedia melalui loket informasi, kotak saran, hingga layanan telepon dan ekstensi resmi. Setiap masukan yang masuk dicatat dan dievaluasi sebagai bahan perbaikan internal.
“Kami percaya, rumah sakit ini tidak akan berkembang seperti sekarang tanpa dukungan masyarakat. Kritik yang disampaikan secara konstruktif justru menjadi energi bagi kami untuk berbenah,” kata dr. Yogi.
Ia menambahkan, visi rumah sakit ke depan adalah menghadirkan layanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Penguatan kompetensi tenaga medis, pembaruan fasilitas secara bertahap, serta peningkatan sistem pelayanan menjadi bagian dari roadmap pengembangan rumah sakit.
RSUD Depati Bahrin, lanjutnya, merupakan milik masyarakat. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik yang dibangun melalui pelayanan yang tulus dan bertanggung jawab.
Dengan komitmen perbaikan berkelanjutan serta komunikasi yang terbuka, manajemen berharap rumah sakit ini dapat terus tumbuh sebagai fasilitas kesehatan yang adaptif, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung tanpa meninggalkan nilai dasar pelayanan yang empatik dan berorientasi pada kemanusiaan.
Red, Anas N70.
RSUD Depati Bahrin Berbenah dan Perkuat Layanan KJSU-KIA, Hadirkan Pelayanan Penyakit Katastropik yang Lebih Bermutu dan Humanis





