Simalungun | Detik Kompas News – Sebanyak 400 siswa siswi Sekolah Dasar Mengikuti kegiatan Peringatan Hari Besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Diisi berbagai Perlombaan yang berlangsung meriah di Masjid Al-Jihad, Nagori Emplasemen Sidamanik, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (28/01/2025) pukul 08.00 WIB.
Andapun penceramah dalam peringatan isra mi’raj yaitu Ustadz Ikrar Ansory S.Pdi yang didatangkan dari Nagori Bukit Rejo Kecamatan Sidamanik
Kegiatan ini tidak hanya berisi acara peringatan keagamaan, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan Islami yang melibatkan sekitar 1.400 siswa dari 60 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta di tiga kecamatan: Sidamanik, Pematang Sidamanik, dan Dolok Perdamean.

Beragam lomba yang diadakan meliputi perlombaan lagu Islami, adzan, serta tahfidz Qur’an untuk hafalan surat-surat pendek. Diperkirakan sekitar 400 siswa SD berpartisipasi perwakilan dari masing masing SD dalam kompetisi tersebut, menjadikan kegiatan ini salah satu yang terbesar di lingkungan pendidikan agama Islam di Simalungun.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengawas Pai, KA KUA kecamatan Sidamanik Suparno, ketua KKGTuriman S.Ag,
Sementara salah satu Dewan Juri M.Tauaman Wahid S.Pdi mengatakan untuk penilaian peserta perlombaan dilakukan berdasarkan sesuai dengan cabang yang diperlombakan, dengan kriteria yang sudah ditetapkan dan untuk penentuan pemenang perlombaan tidak ada intervensi dari pihak manapun sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing masing peserta.” Terangnya.
Ketua panitia, Retno, yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 091408 Sarimatondang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan evaluasi dan motivasi bagi guru dan siswa dalam pembelajaran agama di kelas.
“Motivasi kami adalah sebagai evaluasi pembelajaran di kelas, sekaligus menyalurkan bakat anak-anak di bidang agama. Harapannya, anak-anak lebih memahami makna dan sejarah Isra Mi’raj, serta semakin mencintai agama Islam,” ujar Retno kepada awak media.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun melalui izin dari koordinator wilayah (Korwil). Pendanaan acara bersumber dari kontribusi guru-guru agama Islam yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), serta dukungan dari pengawas guru pendidikan agama Islam.
Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan juri yang berasal dari luar kalangan guru di tiga kecamatan tersebut.
Retno berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun, bahkan tidak hanya untuk jenjang SD tetapi juga melibatkan siswa SMP.
“Kami akan terus mengupayakan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya. Harapannya, anak-anak tidak hanya sekadar berkompetisi, tetapi juga semakin memahami nilai-nilai agama Islam dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa trofi, bingkisan, dan uang pembinaan bagi para pemenang lomba. Tidak hanya itu, kontingen yang belum meraih juara juga akan mendapatkan bingkisan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat keagamaan dan nilai-nilai Islami dapat terus tumbuh dan berkembang di kalangan siswa sekolah dasar di Kabupaten Simalungun.
Red : Arif (Team)





