Manado, Detik KompasNews — Di Awal Januari 2024, Kapolda Sulut lakukan mutasi besar besaran di jajaran polda dan diisi para pejabat baru, sebagai penyegaran di tubuh Polda Sulut, Jumat (10/01/2025)
Rotasi Pejabat di tubuh Petinggi Polda Sulut diharapkan menjadi pembuka jalan bagi Institusi ini untuk membersihkan diri sesuai dengan instruksi Presiden, melalui Pimpinan baru Direktorat Kriminal Khusus sudah seharusnya Tegas dalam upaya pemberantasan Jaringan Sindikat Perdagangan orang yang melibatkan langsung Pejabat teras dan staf pegawai dilingkungan BP3MI Sulut.
Satu Tahun lebih Laporan korban dengan bukti bukti yang sangat valid disimpan rapat bahkan mangkrak dalam lemari Penyidik Polda Sulut Subdit 4, kasus Jaringan Sindikat TPPO Terbesar Di Indonesia dan berusaha dikaburkan oleh oknum – oknum anggota Kepolisian yang diduga kuat mempunyai kepentingan dengan Jaringan sindikat (conflict of interest) mengakibatkan kasus ini jalan ditempat dan para pelaku bebas berkeliaran tanpa adanya penindakan tegas bahkan wara wiri Berkordinasi dengan Polda Sulut dalam hal ini penyidik Subdit 4.
Inilah penyebab lain bagitu maraknya bahkan Sulut menjadi sarang Sindikat Penjualan Orang bahkan kota Manado menjadi Surga dan ladang bagi Jaringan Sindikat karena pembiaran yang masif dengan setoran setoran uang Jaringan Sindikat kepada Pejabat Teras dan Staf Pegawai BP3MI yang seharusnya menjadi garda Pelindung bagi PMI berbalik menjadi motor perekrut korban.
“Seharusnya ini menjadi Perhatian Khusus Bapak Kapolda karena Korban korban Jaringan Sindikat TPPO di Sulut luar biasa banyak bahkan sudah menyumbang angka kematian PMI oleh sebab pembiaran tanpa penindakan tegas bagi para Pelaku yang sudah sangat lama berlangsung,”
Ketua Gabungan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Bapak Hendra Tololiu , mendesak Kapolda Sulut dan Direskrimsus yang baru untuk segera mengambil alih dan membongkar Jaringan Sindikat ini sesuai dengan Instruksi Presiden dan juga untuk membersihkan diri Polda Sulut dari Oknum Oknum Polisi yang diduga kuat menjadi pelindung Sindikat dikarenakan kepentingan pekerjaan dengan BP3MI Sulut yang adalah sarang Sindikat ini,”bebernya.
Perlu juga diketahui bahwa sampai saat ini Jaringan Sindikat Pejabat BP3MI ini masih terus melakukan Perekrutan perekrutan terhadap korban- korban yang terpengaruh tipu daya dan hasutan akan hidup yang lebih baik namun pada kenyataannya menghancurkan sendi kehidupan keluarga bahkan sampai meregang nyawa,”
Ini juga menjadi Perhatian Pemerintah Pusat dalam hal Penindakan terhadap segala bentuk kejahatan terorganisir yang melibatkan dan memakai instrusmen negara untuk melakukan kejahatannya,”Ungkap Tololiu.
(Red)





