Imam Wahyudi Anggota DPRD Provinsi Babel serap aspirasi masyarakat Pemali melalui reses di Pemali.

Detak KompakNews

Bangka, Anggota DPRD Kabupaten Imam Wahyudi menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Pemali.Minggu 17/05025, pagi.

 

Dalam kegiatan tersebut, Imam Wahyudi menyampaikan komitmennya untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi warga Bangka khususnya warga Pemali

“Hari ini saya tidak banyak bicara, saya lebih memilih mendengar. Sejak 2014 saya sudah biasa menyerap aspirasi saat menjadi tenaga ahli DPR RI. Hari ini pun saya hadir karena ingin bermanfaat bagi orang banyak,” kata Imam saat membuka pertemuan.

Warga Pemali dan perwakilan lembaga menyampaikan aspirasi, mulai dari persoalan lahan hingga infrastruktur pendidikan dan sanitasi.

Kades Karya Makmur, Barwi, menyampaikan bahwa kantor desa masih menumpang, serta meminta bantuan agar lahan yang berada dekat jalur listrik bisa dialihfungsikan menjadi pemakaman. Ia juga berharap adanya hibah mobil bekas untuk mendukung pengelolaan sampah secara mandiri.

Dari sektor pendidikan, Kepala SD 3 Pemali, Ibu Semi, menyuarakan keresahan soal maraknya penggunaan aplikasi berbayar yang mengarah ke konten dewasa oleh anak-anak. Ia berharap ada peran aktif dari pihak kepolisian.

“Kalau kami undang langsung, kami terbatas anggaran untuk transportasi. Kami mohon dukungan Polsek Pemali,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan fasilitas WC yang sudah lama diajukan untuk direhab, namun belum juga terealisasi. Bahkan, insiden memalukan sempat terjadi ketika seorang siswa terpaksa buang air besar di celana karena antrean toilet.

Kadus Air Ruai dalam penyampaiannya mengajukan pembangunan jembatan menuju pemukiman dan area perkebunan yang juga menjadi sumber air bersih warga. Sementara Kadus Pemali, Yanto Selamet, menyoroti status lahan masjid yang masih milik perusahaan dan keterbatasan akses jalan menuju area kebun karena status lahan sebagai hutan produksi.

Imam Wahyudi menyampaikan keprihatinan dan langsung menugaskan stafnya mencatat aspirasi warga, khususnya soal sanitasi di sekolah.

“Saya tersentuh dengan cerita dari Ibu Kepala Sekolah. Ini tentang hati seorang pemimpin. Kita akan perjuangkan,” tegas Imam.

Kapolsek Pemali yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyatakan siap mendukung program penyuluhan di sekolah-sekolah demi mencegah penyalahgunaan gadget dan narkoba di kalangan pelajar.

Anas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *