Detak Kompak News
TANJUNGPANDAN — Persoalan air bersih hingga ancaman kemunculan buaya menjadi bagian dari suara warga Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, saat Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Syarifah Amelia menggelar reses, Sabtu (12/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Selain persoalan air bersih, warga mengusulkan penerangan jalan, pemasangan zebra cross, penataan aset desa, hingga meminta perhatian terhadap kemunculan buaya di sekitar permukiman.
Keluhan paling mendesak datang dari warga yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih, terutama ketika musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap adanya langkah pemerintah dan dinas terkait untuk memastikan kebutuhan dasar tersebut tetap terpenuhi.
Warga juga mengusulkan pemasangan lampu penerangan di RT 17 Jalan Air Pasir serta zebra cross di sejumlah titik yang dinilai penting untuk meningkatkan keamanan masyarakat saat beraktivitas dan menyeberang jalan.
Persoalan aset turut mengemuka. Warga menyampaikan adanya Polindes dan rumah dinas kader Polindes yang berdiri di atas lahan milik desa, sementara bangunannya tercatat sebagai aset pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.
Di sisi lain, keresahan warga muncul akibat beberapa kali terlihatnya buaya di wilayah RT 10. Satwa tersebut disebut berada di aliran sungai yang lokasinya berdekatan dengan area rumah warga.
Syarifah: Reses Harus Melahirkan Tindak Lanjut
Syarifah Amelia mengatakan reses bukan hanya agenda formal DPRD, tetapi kesempatan untuk mengetahui secara langsung persoalan masyarakat yang tidak selalu terlihat dari ruang rapat parlemen.
“Reses bukan hanya sekadar sarana sosialisasi dan pertanggungjawaban kinerja DPRD secara berkala, tetapi juga wadah untuk menangkap isu-isu spesifik atau kejadian luar biasa yang membutuhkan penanganan langsung di lapangan,” ujar Syarifah.Terkait persoalan air bersih, ia mendorong adanya penanganan lintas sektor. Menurutnya, persoalan kekeringan membutuhkan respons yang lebih serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Ia bahkan membuka kemungkinan dibentuknya satuan tugas khusus agar penanganan persoalan air bersih dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.Sementara mengenai keberadaan buaya, Syarifah menjelaskan bahwa penanganannya berada dalam kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Karena itu, DPRD Babel bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi akan mengawal laporan masyarakat dengan menyampaikan surat resmi kepada BKSDA sesuai prosedur.
Aset Desa hingga Keselamatan Pengguna Jalan
Mengenai usulan penyerahan sejumlah aset provinsi kepada Pemerintah Desa Dukong, Syarifah mengatakan persoalan tersebut akan dikoordinasikan bersama Komisi IV DPRD Babel agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Syarifah juga menyoroti keselamatan pengguna jalan di ruas jalan nasional dari depan Gedung DPRD Babel hingga Pegantungan. Salah satu perhatian utamanya adalah kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan aparat penegak hukum untuk mengintensifkan razia rutin. Ini tentunya demi keselamatan masyarakat bersama,” katanya.
Menurutnya, pengawasan terhadap kendaraan ODOL penting dilakukan secara konsisten karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan sekaligus kondisi infrastruktur jalan.
Kepala Desa: Aspirasi Warga Jangan Berhenti di Reses
Kepala Desa Dukong, Min Tet, mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut. Ia menilai forum itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat.“Tadi banyak aspirasi yang tersampaikan dengan adanya reses ini. Jadi sangat penting dan sangat bermanfaat sekali dengan adanya reses,” ujar Min Tet.
Ia berharap berbagai persoalan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan kegiatan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.
“Harapan kami, apa yang mereka sampaikan bisa terealisasi. Dan jangan cukup sampai di sini juga, Ibu Syarifah Amelia. Mudah-mudahan di kesempatan lain datang lagi ke desa kami untuk melaksanakan reses lagi,” harapnya.
Reses di Desa Dukong pun menjadi gambaran bahwa persoalan masyarakat sangat beragam, dari kebutuhan dasar seperti air bersih, keselamatan jalan dan aset pelayanan publik, hingga persoalan lingkungan yang membutuhkan respons cepat.
Bagi warga, kehadiran wakil rakyat Syarifah Amelia di tengah mereka menjadi harapan agar setiap persoalan memiliki jalan keluar yang nyata.
Red.Anas n70
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Selain persoalan air bersih, warga mengusulkan penerangan jalan, pemasangan zebra cross, penataan aset desa, hingga meminta perhatian terhadap kemunculan buaya di sekitar permukiman.




