Detak Kompak News
PANGKALPINANG — Upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda terus digencarkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Badan Pengurus Wilayah Generasi Emas Indonesia (GESID) Bangka Belitung melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis, 5 Maret 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Pangkalpinang tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kristianto, bersama jajaran pejabat BNN. Sementara dari pihak organisasi pemuda hadir Ketua BPW GESID Bangka Belitung,
Suwardian Ramadhan, didampingi pengurus wilayah serta kader organisasi.
Audiensi yang berlangsung lebih dari dua jam itu membahas langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda di wilayah Bangka Belitung.
Berdasarkan data BNN, jumlah pengguna narkoba aktif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperkirakan mencapai sekitar 24.038 orang atau 1,68 persen dari total populasi, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia produktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan.
Ketua BPW GESID Bangka Belitung, Suwardian Ramadhan, menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun gerakan kolaboratif antara pemuda dan BNN dalam menjaga masa depan generasi daerah.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kami. GESID tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang siap bersinergi bersama BNN dalam melakukan edukasi, sosialisasi, serta kampanye pencegahan narkoba hingga ke tingkat desa,” ujar Suwardian.
Ia menambahkan, kekuatan utama GESID terletak pada jaringan pemuda yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di berbagai wilayah.
“GESID memiliki basis pemuda hingga ke desa-desa. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda dapat menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba. Masa depan Bangka Belitung sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya,” katanya.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan narkoba, termasuk di Kabupaten Bangka Selatan yang selama ini menjadi fokus berbagai program pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Eko Kristianto menyambut baik inisiatif yang ditunjukkan oleh GESID.Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda.
“BNN sangat terbuka untuk bersinergi dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti GESID. Jika pemuda ikut bergerak bersama, maka upaya pencegahan akan jauh lebih kuat dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara BNN dan GESID Bangka Belitung dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) hingga ke tingkat masyarakat.
Melalui sinergi ini diharapkan lahir gerakan pemuda yang lebih kuat, sadar, dan berdaya dalam mewujudkan Bangka Belitung yang sehat, tangguh, serta bebas dari ancaman narkoba.
(Anas N70)
BNN Babel dan GESID Perkuat Sinergi Cegah Narkoba, Selamatkan Generasi Muda Bangka Belitung






