DPRD Babel Dorong Percepatan Pembangunan dan Optimisme Revalidasi UNESCO Global Geopark Belitung

Detak Kompak News

BELITUNG — Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Belitung, Senin (25/5/2026), dalam rangka koordinasi, monitoring, serta sinkronisasi program pembangunan daerah bersama Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Belitung.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi tersebut membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari efektivitas perencanaan pembangunan, kesiapan anggaran, pembangunan infrastruktur, hingga persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark Belitung yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Anggota Komisi III DPRD Babel, Ilvan Suryawan, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memiliki dampak nyata dan tidak berhenti hanya pada tataran administrasi maupun dokumen perencanaan.
Menurutnya, sinkronisasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat menjadi kunci penting agar pembangunan berjalan searah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kita ingin perencanaan pembangunan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai program hanya bagus di atas kertas, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat.

Pemerintah daerah juga harus aktif mencari peluang bantuan pusat agar pembangunan bisa dipercepat,” ujar Ilvan.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Komisi III juga menyoroti berbagai persoalan mulai dari kesiapan dokumen perencanaan, realisasi program prioritas, kondisi infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga strategi peningkatan pendapatan daerah di tengah keterbatasan anggaran.

Sekretaris Bapperida Kabupaten Belitung menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan penyesuaian program pembangunan agar selaras dengan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan kebijakan nasional. Pemerintah daerah juga mengakui tantangan pembangunan masih cukup besar, terutama dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik.

Sementara itu, Imam Wahyudi menekankan pentingnya penguatan sinergi antara legislatif dan eksekutif agar pembangunan daerah berjalan lebih efektif, terukur, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita ingin ada percepatan pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun pelayanan dasar. DPRD hadir untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” ungkap Imam Wahyudi.

Selain membahas pembangunan daerah, kunjungan kerja tersebut juga difokuskan pada monitoring kesiapan revalidasi UNESCO Global Geopark Belitung. Anggota Komisi III DPRD Babel, Syarifah Amelia, mengungkapkan bahwa koordinasi dilakukan bersama Bapperida Kabupaten Belitung terkait langkah-langkah persiapan menghadapi proses evaluasi UNESCO.

Menurut Syarifah Amelia, status UNESCO Global Geopark Belitung saat ini masih berada pada posisi “yellow card” atau kartu kuning pasca evaluasi sebelumnya. Kondisi itu menjadi perhatian serius karena apabila persiapan tidak maksimal, maka status geopark Belitung berpotensi turun menjadi “red card” yang berarti pencabutan status UNESCO Global Geopark.

“Tadi kami melakukan koordinasi dan monitoring bersama Bapperida Kabupaten Belitung terkait persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark Belitung. Dari penjelasan yang kami terima, pemerintah daerah optimistis persiapan saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Syarifah Amelia.

Ia menjelaskan, sebagian besar catatan evaluasi UNESCO sebelumnya kini mulai dibenahi, terutama terkait perapian infrastruktur dan penataan kawasan geosite atau titik wisata geopark.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp6 miliar untuk mendukung perbaikan infrastruktur di sejumlah titik geosite.

Sementara Pemerintah Kabupaten Belitung disebut mengalokasikan sekitar Rp10 miliar yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung penataan kawasan geopark.

“Perbaikan infrastruktur dan penataan geosite sekarang dilakukan secara bersama-sama. Kita tentu berharap dua bulan ke depan saat proses revalidasi berlangsung, Belitung bisa kembali memperoleh green card dan mempertahankan status UNESCO Global Geopark,” ujarnya.

Syarifah Amelia juga menekankan bahwa pembangunan daerah harus tetap berpihak kepada kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

Menurutnya, program pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada proyek besar, tetapi harus benar-benar mampu menjawab persoalan riil masyarakat.

“Pembangunan jangan hanya terfokus pada program besar, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat secara langsung. Aspirasi masyarakat harus benar-benar masuk dalam perencanaan agar pembangunan bisa dirasakan secara merata,” tegasnya.

Kunjungan kerja Komisi III DPRD Babel tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, sekaligus menjadi langkah evaluasi bersama untuk memastikan pembangunan daerah berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Belitung.

Red.anasn70

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *