RSUD Depati Bahrin Resmi Gunakan Pneumatic Tube (PTS) System, Pertama dan Satu-Satunya di Bangka Belitung

Detak Kompak News

Sungailiat – Transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi kini benar-benar dirasakan masyarakat Bangka. RSUD Depati Bahrin resmi mengoperasikan Pneumatic Tube System (PTS), sistem distribusi medis modern berbasis tabung bertekanan udara yang mampu mengirim sampel darah dan dokumen medis hanya dalam hitungan menit.

Alat yang mulai beroperasi sejak 16 Februari 2026 itu digunakan untuk mendukung layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Laboratorium. Kehadirannya menjadi angin segar, terutama dalam penanganan pasien kegawatdaruratan yang membutuhkan hasil pemeriksaan laboratorium secara cepat dan akurat.

Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani, Sp.B, MARS, saat diwawancarai Jumat (27/02/2026), menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan rumah sakit menuju sistem yang lebih modern dan responsif.

“Dengan Pneumatic Tube System, pengiriman sampel darah dari IGD ke laboratorium kini tidak lagi memakan waktu lama. Dalam situasi darurat, setiap menit sangat berarti. Sistem ini membantu kami mempercepat proses diagnosis sehingga penanganan pasien bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Selama ini, pengiriman sampel dilakukan secara manual oleh petugas. Selain memerlukan waktu, cara tersebut juga berisiko terjadi keterlambatan saat kondisi layanan sedang padat.

Melalui PTS, tabung khusus akan meluncur melalui jalur pipa tertutup yang terhubung langsung antara dua titik layanan, membawa sampel secara aman dan cepat.

Bagi tenaga kesehatan, sistem ini bukan sekadar soal kecepatan. Efisiensi kerja meningkat, beban mobilitas petugas berkurang, dan potensi kesalahan distribusi dapat diminimalisir.

Sementara bagi pasien dan keluarga, waktu tunggu hasil laboratorium yang lebih singkat berarti kepastian medis yang lebih cepat—sesuatu yang sangat krusial dalam situasi darurat.

Saat ini, Pneumatic Tube System di RSUD Depati Bahrin menjadi yang pertama dan satu-satunya di Provinsi Bangka Belitung.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi rumah sakit tersebut sebagai pelopor pemanfaatan teknologi distribusi medis modern di daerah.

Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Bangka, RSUD Depati Bahrin terus berkomitmen menghadirkan inovasi pelayanan.

Modernisasi tidak hanya dipandang sebagai peningkatan fasilitas, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, cepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa transformasi tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Dari Sungailiat, langkah maju itu kini nyata dirasakan masyarakat Bangka Belitung.

Redaksi. Anasn70.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *