Halmahera Tengah – Sebuah acara penyerahan insentif di Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, menjadi sorotan publik setelah spanduk yang menampilkan gambar mantan Penjabat (Pj) Bupati Halteng, Ikram M Sangadji, dipasang kembali. Insiden ini memicu polemik di tengah masyarakat karena Ikram telah mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Halteng periode 2024.
Acara yang berlangsung pada Selasa (3/9/2024) tersebut seharusnya menjadi momen penting bagi warga desa, khususnya para ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang menerima insentif. Namun, keberadaan spanduk lama yang menampilkan mantan Pj Bupati itu membuat suasana menjadi tidak nyaman, bahkan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan publik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Halmahera Tengah, Bustami Jamal, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengklarifikasi bahwa dirinya tidak mengetahui tentang spanduk itu sebelumnya. “Saya hadir hanya karena diundang oleh Pj Kades Sosowomo, dan tidak tahu menahu soal spanduk itu. Saat tiba, acara sudah dimulai, jadi saya tidak sempat memperhatikan spanduk yang ada,” jelas Bustami.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya murni untuk menyaksikan penyerahan insentif, tanpa ada maksud lain. “Saya tidak ada arahan atau perintah apapun terkait pemasangan spanduk. Segala polemik yang muncul karena hal ini sebaiknya ditanyakan langsung kepada pihak desa,” tambahnya.
Pj Kades Sosowomo, Martoyo Sansongko, juga memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Martoyo, yang baru saja ditunjuk sebagai Pj Kades, mengakui bahwa pemasangan spanduk tersebut ada memang terpasang dan belum di cabut (lupa) . “Saat itu, warga sudah mendesak untuk segera dilakukan pembagian insentif. Karena terdesak, spanduk tahap satu yang masih menampilkan foto mantan Pj Bupati itu dipasang kembali. Kami tidak menyangka hal ini akan menimbulkan polemik,” ucap Martoyo.
Martoyo menekankan bahwa tidak ada niat tertentu di balik pemasangan spanduk tersebut. “Saya minta maaf kepada Pak Kadis PMD dan seluruh pihak yang merasa terganggu dengan kejadian ini. Kami hanya fokus untuk menjalankan tugas penyerahan insentif yang sudah sangat dinantikan oleh warga desa,” tandasnya.
Dalam acara tersebut, insentif diberikan kepada 7 ibu menyusui, 10 ibu hamil, dan 40 lansia di Desa Sosowomo. Martoyo berharap agar polemik ini tidak berlanjut dan masyarakat dapat kembali fokus pada hal-hal positif yang dapat meningkatkan kesejahteraan bersama.





