Aspirasi Tak Berhenti di Meja Reses, Amel Gerak Cepat Bantu SDN 9 Tanjungpandan

BELITUNG — Aspirasi masyarakat tak selalu harus menunggu lama untuk mendapatkan jawaban. Di tengah proses birokrasi dan keterbatasan anggaran yang kerap membuat sebuah usulan membutuhkan waktu, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Syarifah Amelia, memilih merespons kebutuhan masyarakat dengan langkah nyata.

Sehari setelah mengikuti reses dan menyerap aspirasi warga, perempuan yang akrab disapa Amel itu langsung bergerak. Ia menginisiasi pengeboran sumur air di SDN 9 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, menggunakan dana pribadinya.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan. SDN 9 Tanjungpandan memiliki ikatan emosional tersendiri bagi Amel. Sekolah itu merupakan tempat dirinya menimba ilmu hingga lulus pada 1995.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Amel kembali ke sekolah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Kali ini bukan sebagai murid, melainkan untuk menjawab salah satu kebutuhan sekolah.

“Ini sekolah saya, sudah sewajarnya saya berterima kasih,” kata Amel, Senin (14/9/2026).

Menurut Amel, pengeboran sumur tersebut merupakan salah satu bentuk rasa terima kasih kepada sekolah yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.

“Iya, saya gerak cepat. Saya hubungi tukang sumur bor dan minta langsung dikerjakan di sekolah saya,” ujarnya.
Respons cepat itu pun membuat pihak sekolah terkejut. Aspirasi yang sebelumnya disampaikan dalam forum reses ternyata tidak berhenti sebagai catatan, tetapi langsung ditindaklanjuti dalam hitungan hari.

Kepala SDN 9 Tanjungpandan, Eli Susilawati, S.Pd.SD., mengaku tidak menyangka kebutuhan tersebut dapat segera mendapat perhatian.
“Seperti mimpi. Tidak menyangka bisa secepat itu usulan kami dikabulkan, bahkan langsung dikerjakan,” ungkap Eli.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Amel terhadap kebutuhan sekolah.

“Luar biasa, saya senang dan berterima kasih sekali kepada Ibu Dr. Syarifah Amelia atas kebaikannya. Semoga sumur bor ini bisa menjadi amal jariyah bagi beliau,” tuturnya.
Bagi pihak sekolah, keberadaan sumur bor tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan. Air merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang aktivitas sekolah sehari-hari.
Eli juga mendoakan agar Amel diberikan kesuksesan dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya serta dimudahkan dalam setiap urusannya.

Kisah ini memperlihatkan bahwa menyerap aspirasi tidak selalu berakhir pada catatan dan proses panjang. Ada kalanya sebuah kebutuhan dijawab melalui kepedulian yang hadir lebih cepat.

Bagi SDN 9 Tanjungpandan, sumur bor itu kelak bukan hanya menjadi sumber air. Ia juga menjadi bagian dari cerita tentang seorang alumni yang kembali ke sekolahnya, mendengar kebutuhan yang ada, lalu memilih untuk membantu dengan apa yang dimilikinya.
Red. Anasn70S.Pd.SD

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *