PERUBAHAN IKLIM ITU NYATA, MARI KITA SELAMATKAN BUMI DENGAN CARA KITA MASING-MASING

 

Detik Kompas News — Jumat,29/11/2024 diadakan seminar Di SMAN 1 Lelak kecamatan Lelak kabupaten Manggarai Propinsi NTT dari pemerintah kabupaten Manggarai dengan Tema seminar mitigasi dan adaptasi Perubahan iklim.

Dalam kegiatan tersebut di pandu oleh ibu Selin Ngarang selaku MC dalam rangkaian acara tersebut diadakan Acara kapu agu Naka yang lazim di lakukan oleh orang manggarai untuk menyambut tamu secara budaya dan Acara kapu agu naka lansung ole Kepala sekolah SMAN 1 Lelak yaitu bapa beneditus patut.

Setelah itu dijawab oleh bapa Marsel sudirman selaku Direktur PDAM Tirta Komodo kabupaten Manggarai Propinsi NTT Dalam acara tersebut Narasumber yang ada datang dari berbagai lintas instansi Seperti
1. Direktur PDAM Tirta Komodo Kabupaten Manggarai propinsi NTT
2. Direktur Yayasan Ayo Indonesia
3.Kepala Badan perencanaan pembangunan dan riset dan inovasi kabupaten Manggarai Propinsi NTT
4. Kepala UPTD KPH wilayah kabupaten Manggarai Propinsi NTT
6.Kepala Balai besar KSDA kabupaten Manggarai Propinsi NTT
7. DLH kabupaten Manggarai Propinsi NTT dan
.LC kecamatan Lelak kabupaten Manggarai Propinsi NTT
8. Bapperida kabupaten Manggarai Propinsi NTT

Sebelum kegiatan berlangsung diawali doa dan dipimpin oleh salah satu siswa SMAN 1Lelak setelah itu lansung sambutan dari Kepala sekolah SMAN 1 Lelak.Dalam sambutan tersebut Benetus patut selaku kepala sekolah menyampaikan terimakasih kepada pemerintah kabupaten Manggarai yang mengadakan seminar disekolah kami,meski kami berurusan dengan propinsi tapi hari ini kami dikunjung oleh pemerintah kabupaten Manggarai untuk memberikan pengetahuan geratis mengenai Perubahan iklim,dan perubahan iklim bukan hanya isu nasional dan tanggung jawab dari pihak pemerintah melainkan tanggung jawab kita bersama,dan semoga kegiatan seperti ini selalu diadakan untuk meningkatkan wawasan dari anak-anak kami di sini sebagai Generasi penerus diahkir sambutan Kepala sekolah SMAN 1 Lelak meminta spirit dari anak -anaknya dengan kompak siswa-siswi menyuarakan dengan suara lantang dan kompak
“Tidak harus kaya untuk memberi,
“Tidak harus kuat untuk menolong
“Tidak harus sempurna untuk melayani

 

Setelah itu selesai Kabid Bapperida kabupaten Manggarai Propinsi NTT mengambil alih kegiatan tersebut untuk mengatur jalannya kegiatan seminar sebelum kegiatan ini berlansung siswa-siswi SMAN 1 Lelak diminta untuk menonton 2 Film yang ditayangkan untuk mengasa pikiran dari siswa-siswi yang ada.film yang dibuka yaitu bagaimana Dampak perubahan iklim terhadap Kopi,dan tanaman padi yang terjadi di Kampung Goloworok dan Satarmese khususnya di Tal

Dalam seminar tersebut Dari DLH kabupaten Manggarai Propinsi NTT selaku narasumber menyampaikan bahwa kita tidak boleh membuang sampa sembarang tempat,dan harus bisa memisahkan sampa karena sampa juga bisa membuat kerajinan tangan untuk penghasilan sehari -hari bila kita terampil dan sekaligus mengurangi sampa yang ada.

Lanjutnya dia juga meminta untuk membuang sampa pada tempatnya biar halaman atau pekarang Rumah kita terlihat cantik dan indah

Disambung juga oleh Direktur PDAM Tirta Komodo selaku narasumber bahwa kebutuhan air untuk kehidupan manusia sangat tinggi yaitu 99 porsen diminta untuk menjaga Debit mata air yang ada dengan cara menanam pohon sebanyak-banyaknya dan jangan menebang pohon sembarangan.

Lanjut lagi dari Kepala Balai besar KSDA kabupaten Manggarai Propinsi NTT selaku narasumber menyampaikan bahwa kita harus menjaga alam ini dengan sebuah kesadaran kita masing-masing.dan dilanjut dengan narasumber lain dari Kepala badan perencanaan riset dan inovasi kabupaten Manggarai Propinsi NTT dalam materinya dia juga menyampaikan bahwa kita perlu menjaga keseimbangan alam dengan melihat sebuah kebutuhan seperti apa jenis bibit pohon kayu yang sesuai kultur ditempat tersebut untuk menjaga debit mata air

Lain lagi Dari LC kecamatan Lelak saudara Taji dan Erwin sebagai narasumber membahas pangan lokal sebagai salah satu untuk menjaga keseimbangan alam yang sudah terasa rusak.

(Safrinus Rahmat Taji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *