Tanggal 27 November 2024 didepan mata berbagai cara para calon Pilkada untuk mendapatkan simpatik rakyat bahkan tak tertinggal konten kreatorpun dimainkan, semua ini hanya untuk merebut kursi yang sudah menunggu lama siapa yang layak untuk mendapatkannya,ketika detikkompasnew.id berbincang dengan salah satu tokoh di kecamatan Lelak kabupaten Manggarai Propinsi NTT berinisial (A) mengenai PILKADA yang akan datang,
Dia menyampaikan bahwa, “Dari 3 kontestan yang ada Hanya ada dua paket yang sangat baik dan sangat sejuk untuk menyampaikan gagasan dan idenya untuk kabupaten Manggarai tercinta, yaitu paket Heri Fabi dari nomor urut 2 dan paket Yohan Thomas dari nomor urut 3,Karena menurutnya orang Manggarai itu memiliki budaya sopan santun dan beretika saat berbicara didepan umum,soal menang atau kala itu urusan TYME dan para pemilih yang akan diselenggarakan pada tanggal 27-11-2024. Lanjutnya pemimpin harus memiliki strategi dalam menyerang namun ada batasan-batasan yang harus kita ikuti,jangan karena ambisi maka segala carapun dilakukan oleh para kandidat tersebut.dan ketika detikkompasnew.id bertanya mengenai isu yang beredar bahwa ada juga paket yang modusnya kumpul KTP para wajib pemilih dengan iming-iming akan dibayar pakai uang perKTP, bliau menjawab kalau emang kenyataan seperti itu untuk merebut hati rakyat paket tersebut sudah tidak ada cara lain lagi karena kehabisan pola pikir untuk mendapatkan hati rakyat ,dan sesungguhnya dia juga hanya ambisi untuk menjadi seorang BUPATI dan WAKIL BUPATI tanpa melihat masa depan kabupaten Manggarai tercinta,sekaligus mengajarkan rakyatnya untuk melakukan korupsi dan akan mewariskan budaya yang tidak baik bagi generasi yang akan datang,mereka berpikir bahwa rakyat ini mudah sekali dirayu dengan uang tanpa konsep yang jelas, Manggarai butu konsep yang jelas demi kebaikan kita semua,bukan saling menjual satu dengan yang lain melainkan apa solusi atau jalan keluar dari sebuah persoalan yang ada dan selalu berkata apa adanya sesuai kenyataan yang kita alami. Isu-isu yang ada di platform media juga kita sebagai masyarakat untuk mampu menganalisanya dengan baik supaya kita jangan tergoda dengan rayuan yang tidak jelas apalagi dengan menjual harga diri kita dengan uang,karena sesungguhnya bahwa seseorang dikatakan manusia apabila dia mampu menganalisa segala sesuatu berdasarkan pemikiran yang jerni bukan karena sebuah kebencian pribadi didalam dirinya,dan dia juga berharap bahwa PILKADA kali ini harus melahirkan situasi yang damai,tanpa melakukan hal-hal yang membuat masyarakat pecah belah dengan cara atau strategi yang dimainkan,lanjut katanya untuk adik-adik saya kontenkreator supaya bijak juga dalam membuat konten dan mampu memberikan solusi jangan hanya untuk kritik karena kita sudah bedah pilihan atau mungkin juga kita sudah dibayar sehingga kita semau-maunya melakukan kritikan tanpa mengetahui bagaiman menyampaikan kritik yang memiliki didikan biar kita sebagai masyarakat memahami dengan baik, kritik yang mengandung didikan dan santun itu tandanya orang tersebut memiliki banyak pengalaman dan segudang pengetahuan dan ambisi Tamba lagi dengan politik dengan kebencian tu tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada melainkan menambah beban dalam menjalankan sesuatu dalam kehidupan ini,” tutupnya.
(Penulis Jurnalis DKN Safrinus Rahmat Taji)





